Perdagangan Algoritmik Ritel yang Disederhanakan & Diamankan: Penjelasan Lengkap

Perdagangan Algoritmik Ritel yang Disederhanakan & Diamankan: Penjelasan Lengkap

Ringkasan Artikel (Sumber: Financial Express)

EXPLAINER | Retail Algo Trading Made Simpler & Safer membahas pedoman baru dari NSE untuk memberikan akses trading algoritmik yang lebih aman bagi investor ritel. Aturan ini bertujuan menyeimbangkan inovasi dengan manajemen risiko serta meningkatkan likuiditas pasar dengan mengurangi praktik high-frequency trading yang berlebihan.

Poin-Poin Utama

  • Akses Trading Algoritmik untuk Investor Ritel: Investor ritel kini dapat mengakses trading algoritmik melalui API yang disediakan oleh broker, sesuai permintaan yang meningkat dan untuk mendukung transaksi yang lebih sistematis.
  • Persyaratan Static IP dan API: Para klien harus menyediakan static IP yang dikaitkan dengan API key. Static IP hanya dapat digunakan oleh satu klien dalam satu waktu (meskipun bisa dibagi dalam lingkup keluarga), dengan sesi API yang harus di-logout setiap harinya.
  • Threshold Order per Second (TOPS): NSE menetapkan TOPS sebesar 10. Jika jumlah order di bawah ambang ini, order akan ditandai sebagai “Algo” dengan ID algoritma generik. Order di atas ambang ini harus didaftarkan melalui broker.
  • Pengawasan dan Akuntabilitas Broker: Broker akan bertanggung jawab untuk menangani keluhan yang terkait dengan trading algoritmik. Pengawasan ini diharapkan meningkatkan traceability melalui penggunaan static IP dan pengelolaan API key.
  • Dampak terhadap Pasar: Kebijakan ini diharapkan dapat mengurangi kegiatan high-frequency trading yang berskala besar dan hiperaktif, serta mendorong inovasi bagi pelaku trading dengan frekuensi rendah tanpa mengorbankan keamanan dan transparansi pasar.
  • Kaitan dengan Regulasi SEBI: Aturan baru berasal dari circular SEBI pada 4 Februari 2025 yang mewajibkan penyedia trading algoritmik untuk mendaftar di bursa saham. Pedoman mulai berlaku 1 Agustus 2025, dengan Bursa NSE menjadi yang pertama mengimplementasikannya.

Kesimpulan

Pedoman terbaru dari NSE memberikan langkah maju dalam memberikan akses trading algoritmik yang lebih aman bagi investor ritel, dengan penekanan pada transparansi, pengawasan broker, dan batasan order guna mengurangi risiko volatilitas pasar. Kebijakan ini diharapkan mampu mendukung inovasi di pasar sekaligus menjaga stabilitas dan kepercayaan bagi semua pelaku pasar.